Waspadai Risiko Penggunaan Robot Trading Autopilot saat Berinvestasi

Waspadai Risiko Penggunaan Robot Trading Autopilot saat Berinvestasi

ZonaSeru.id - Penggunaan teknologi informasi dalam industri jasa keuangan semakin gencar dilakukan termasuk dalam pasar modal dan perdagangan mata uang valuta asing (valas) atau foreign exhange (forex). Penggunaan perangkat lunak atau robot trading autopilot yang dapat menggantikan posisi trader dalam bertransaksi jual-beli (buy-sale) forex.

Penggunaan robot trading dinilai lebih efisien karena para trader tidak perlu lagi memantau secara intens layar komputernya untuk mengamati pergerakan forex. Dengan kata lain, setiap transaksi forex sudah otomatis dijalankan sistem tersebut. Selain itu, penggunaan robot trading juga dianggap memberi analisa lebih akurat dalam menentukan transaksi sehingga dapat menghindarkan risiko kerugian bahkan mampu meraih profit lebih besar bagi trader.

Berdasarkan penelusuran, penjualan piranti lunak robot trading dapat dengan mudah dijumpai di internet. Harga software robot trading yang ditawarkan juga beragam mulai dari Rp100 ribu hingga Rp6 juta. Bahkan, promosi-promosi tersebut juga menjanjikan keuntungan tetap sekitar 20-60 persen per tahun.

1 dari 2 halaman

Tentunya, kemunculan robot trading ini menjadi perhatian tersendiri khususnya dari sisi hukum. Perlu jadi perhatian apakah regulasi sudah mengatur penggunaan robot trading? Lalu, siapakah yang menanggung risiko apabila terjadi konsumen rugi dalam bertransaksi forex menggunakan robot trading?

Pakar valas dan trader,Farial Anwar menyatakan, penggunaan robot trading merupakan sesuatu yang lumrah digunakan dalam perdagangan forex. Dia menjelaskan, mayoritas perusahaan broker forex ternama sudah menyediakan aplikasi robot trading bagi trader. Umumnya, aplikasi robot trading ini digunakan bagi pemula dan trader yang tidak memiliki waktu luang untuk memantau aktivitas pasar valas.

Secara umum, regulasi perdagangan valas (forex) diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Dalam aturan tersebut tidak mengatur secara jelas penggunaan robot trading. Karena termasuk dalam perdagangan berjangka maka perdagangan forex diatur dalam UU No. 32 tahun 1997. Undang-undang ini mengatur ketentuan yang bersifat umum seperti kelembagaan, perizinan, mekanisme perdagangan, pembukuan/pelaporan dan penerapan hukum.

2 dari 2 halaman

Aturan tersebut juga menyatakan pengawasan perdagangan forex menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Selain itu, terdapat pengaturan lain di dalam perdagangan berjangka yang dilakukan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan lembaga kliring berjangka atau Kliring Berjangka Indonesia (KBI) melalui self regulation. Sehingga, Bappepti, BBJ dan KBI sama-sama bertugas mengatur perdagangan berjangka yang diharapkan dapat memberi perlindungan hukum bagi pelaku pasar termasuk trader.

Pasar modal juga pakai robot trading

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy menjelaskan  dalam dunia pasar modal penggunaan robot trading akrab disebut dengan automated trading. Penggunaan teknologi ini sudah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. 

Dia juga menjelaskan mayoritas perusahaan investasi atau pialang menggunakan teknologi ini untuk membantu investor dalam bertransaksi di pasar modal. Cara kerja robot trading dalam dunia pasar modal juga tidak jauh berbeda dengan pasar valas.

Apa pendapatmu?